Warisan Seni Budaya di Setiap Sudut Kota

Warisan Seni Budaya di Setiap Sudut Kota

Nov 20, 2012

Daya pesona masyarakat Yogyakarta dengan karakteristiknya yang begitu membumi, sederhana, hangat, ramah, kekeluargaan, penuh sopan santun, etika juga unggah-ungguh atau tata krama yang kuat, dan sikap semeleh atau berserah dalam artian menyerahkan segalanya pada kehendak Sang Takdir setelah berusaha dengan sebaik-baiknya. Kearifan lokalnya tersebut memberikan warna unik tersendiri serta memberikan nuansa syahdu penuh kerinduan terhadap warisan budaya. Bercerita tentang Yogyakarta sungguh tak mungkin lepas dari wisata budaya, tradisi, sejarah, religi, belanja, serta tak ketinggalan kuliner menjadi daya pukau tak terhindarkan. Menelusuri setiap sudut jalan menjadi romantisme luhur penuh ketenteraman dengan keramahan yang pasti dapat ditemui pada langkah demi langkah.

Mengelilingi Jogja memang menjadi kenikmatan tersendiri untuk memuaskan rasa ingin tahu pada ilmu pengetahuan yang tersebar di setiap penjurunya. Sebab itulah tak pelak wilayah ini tenar dengan julukan ‘Kota Pelajar’ lantaran banyaknya perguruan tinggi, sekaligus kini dengan banyaknya penerbit yang menjadikan Jogja sebagai ‘markas’ pusatnya. Ilmu pengetahuan menjadi aset berharga yang tidak akan pernah habis digali, dan masyarakat Jogja memaknainya dengan sungguh-sungguh seraya mempersembahkan warisan budaya bagi masyarakat dunia secara konsisten dan kontinu melalui produksi berbagai hasil kerajinan. Hasil kerajinan kota ini tentunya menegaskan jiwa seni dan budaya yang menjadi kekuatan unggulan, baik itu pada sisi tradisional maupun modern, contohnya dengan usaha kaus bertuliskan kata-kata kocak penuh rasa humor. Di sisi lain, menghiasi sudut-sudutnya dengan cantik dan elok, Kotagede menjadi pusat kerajinan perak dan merupakan objek wisata belanja yang memikat pengunjung Jogja .

Menambah pemuasan pengetahuan, jelajah kota pun bisa diselingi oleh wisata kuliner khas dengan gudeg yang dilengkapi dengan sambal krecek, bakpia, wedang secang, wedang uwuh, dan lain-lain yang dapat dinikmati di kawasan tersohor Jalan Malioboro kala petang tiba. Dan ya, tentunya tidak mungkin abai pada warisan budaya yang menonjol sebagai simbol sejarah Yogyakarta seperti Candi Prambanan. Makam Imogiri, Keraton Yogyakarta. Masa lalu bukanlah masa lalu, sejarah bukanlah sejarah di Yogyakarta, karena warisan tiada ternilai itu dijaga dan dirawat hingga lestari, kini dan nanti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>