Mengenal Latar Belakang Yogyakarta

Mengenal Latar Belakang Yogyakarta

Nov 20, 2012

Jika Anda mendengar kata Yogyakarta, apa yang ada di dalam benak Anda? Mungkin yang terlintas dipikiran Anda adalah kota pelajar atau kota budaya tetapi tahukah Anda jika Yogya juga menyimpan banyak sekali sejarah dibalik kesan tradisional yang selalu diusung kota Gudeg ini? Dan untuk sekedar informasi saja, kota Yogyakarta telah menjadi kota wisata terbesar kedua setelah Bali sehingga bertambah satu lagi julukan kota ini menjadi kota pariwisata dan budaya serta sejarahnyalah yang menjadi salah satu dari berbagai daya tarik dari kota satu ini. Sebelum kita menilik obyek wisata mana saja yang patut kita kunjungi saat kita berada di Yogya, alangkah lebih baiknya jika kita sedikit mengulik tentang sejarah kota Kerajaan ini. Sejarah Yogyakarta berawal ketika pemerintah Belanda berhasil mengadakan perjanjian Giyanti yang diadakan pada tanggal 13 Februari 1755. Dari hasil perjanjian bersejarah inilah kemudian lahir kota Yogyakarta . Perjanjian itu dengan jelas menyebutkan bahwa Kerajaan Mataram Islam di tanah Jawa dibagi menjadi dua, setengah merupakan hak dari Kerajaan Surakarta dan sisanya berada di bawah kekuasaan Pangeran Mangkubumi atau yang lebih kita kenal sekarang sebagai Sultan Hamengkubowono I yang menjadi raja pertama di tanah Yogyakarta.

Setelah perjanjian tersebut disepakati, kemudian pada tanggal 13 Maret 1755, Sultan Hamengkubuwono I menetapkan seluruh daerah yang ada di bawah kekuasaannya itu sebagai wilayah dengan nama Ngayogyakarta Hadiningrat dan wilayah tersebut beribukotakan di Ngayogyakarta ( Yogyakarta ). Tempat yang beliau pilih menjadi pusat pemerintahan adalah sebuah hutan bernama Hutan Beringin yang terletak diantara Sungai Winongo dan Sungai Code dan kemudian beliau memerintahkan kepada abdi dalemnya untuk membabad hutan tersebut untuk kemudian didirikan keraton Yogyakarta . Kota Yogyakarta resmi berdiri pada tahun 1975 bersamaan dengan dibangunnya keraton tersebut. Dan setelah kemerdekaan diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945, Sri Sultan Hamengkubuwono IX beserta Sri Paduka Paku Alam VIII mendapatkan piagam pengangkatan sebagai Gubernur serta Wakil Gubernur untuk Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang diberikan langsung oleh Presiden RI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>