Menelusuri Keagungan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Menelusuri Keagungan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Nov 20, 2012

Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau yang lebih dikenal sebagai Keraton Yogyakarta atau Kraton Yogyakarta merupakan salah satu peninggalan warisan budaya yang banyak dikunjungi orang. Sebagai salah satu atraksi wisata bagi pengunjung yang ingin berwisata di Kota Yogyakarta, Sejarah Keraton Yogyakarta memiliki keunikan tersendiri yang tidak akan anda temui di kerajaan lain di indonesia. Keraton Ngayogyakarta hadiningrat merupakan istana resmi bagi Kasultanan Yogyakarta. Di dalam istana ini, tinggal Sultan Hamengkubuwono X bersama dengan keluarga dan para abdi dalem. Sampai saat ini, Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat masih difungsikan sebagai tempat tinggal anggota kerajaan dan juga berbagai kegiatan budaya yang diselenggarakan oleh pihak keraton.

Di dalam keraton, terdapat berbagai macam kelengkapan, seperti pendopo dalem, Gladag, Gedhong Kaca yang merupakan Museum Hamengkubuwono IX dan masih banyak bagian kraton yang lain. tata ruang Keraton Yogyakarta memanfaatkan gaya arsitektural jawa yang juga dipengruhi oleh arsotektur belanda. Bangunan pokok dalam kompleks keraton menerapkan desain yang memanfaatkan tata ruang kota tua Yogyakarta. Pembangunan keraton iini diselesaikan antara tahun 1755 sampai dengan 1756. Berbagai tambahan bentuk dan juga renovasi yang menyebabkan keraton berbentuk seperti sekarang ini sebagian besar karena hasil pemugaran yang dilakukan oleh Sultan Hamengkubuwono VIII pada tahun 1921 ampai dengan 1939.

Keraton Kasultanan Yogyakarta terdiri dari kompleks depan, kompleks inti, kompleks belakang, dan bagian lain pada keraton. Kompleks depan keraton terdiri dari Gladag Pangurakan, Alun –  alun utara, dan juga Masjid Gedhe Kasultanan. Pada bagian inti, terdpat Kompleks Pagelaran, Siti Hinggil, Kamandungan, Sri Mangganti, Kedhaton, Kamagangan, dan area Museum. Sementara itu, di kompleks belakang terdapat Alun – alun kidul dan Plengkung Nirbaya. Di sekeliling Keraton Yogyakarta dibangun pagar tinggi yang merupakan batas wilayah keraton. Selain itu,di sekeliling luar wilayah keraton juga dibangun benteng pertahanan yang kokoh dan tinggi sebagai pertahanan kraton terhadap serangan dari luar. Wilayah Keraton Yogyakarta dan Alun – Alun Utara sebenarnya terintegrasi secaa langsung dengan pusat perbelanjaan maliobor dan juga kompleks Gedung agung dan Benteng Vredeburg. Hal ini tentu saja menambah daya pikat wisata di menyusuri sejarah Yogyakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>