Menelusuri Eksotisme Makam Imogiri

Menelusuri Eksotisme Makam Imogiri

Nov 20, 2012

Imogiri merupakan suatu kompleks pemakaman yang berlokasi di Bantul, Yogyakarta. Menurut para warga sekitar, daerah pemakaman raja ini dianggap suci dan keramat. Di area pemakaman kuno ini, telah dimakamkan raja – raja dan keluarga kerajaan dari Kesultanan Mataram. Kini, daerah pemakaman ini masih dijadikan lokasi pemakaman bagi raja – raja dan anggota kerajaan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan juga anggota kerajaan Kasunanan Surakarta. Meskipun sekarang daerah ini sudah dijadikan sebagai salah satu lokasi wisata di kabupaten Bantul, berbagai kegiatan spritual yang sejak zaman dulu dilakukan masih dipraktekkan sampai sekarang. Kompleks pemakaman ini sebenarnya sudah dibangun sejak 1632 oleh Sultan Mataram III Prabu Hanyokrokusumo.

Area Makam Imogiri sebenarnya tergolong cukup luas. Sebelum memasuki area pemakaman raja – raja, anda harus melalui banyak sekali anak tangga yang lebarnya 4 meter dan kemiringan mencapai 45 derajat. Anak tangga di imogiri berjumlah 409 buah. Setiap anak tangga memiliki arti tertentu yang berhubungan dengan pembangunan area makam dan juga pendiri kerajan mataram, Sultan Agung. Di area pemakaman ini terdapat berbagai bangunan tua yang sudah digunakan sejak dulu. Kebanyakan merupakan cagar budaya pelindung makam raja – raja. Sebelum memasuki areal makam raja, anda akan disuguhi dengan empat buah tempayan. Tempayan – tempayan tersebut merupakan pemberian dari empat kerajaan yang berbeda sebagai persembahan kepada Sultan Agung. Keempat tempayan itu berasal dari pemberian oleh Kerajaan Sriwijaya (Palembang), Kerajaan Samudra Pasai (Aceh), Kerajaan Ngerum (Turki), dan tempayan terakhir dari Kerajaan Syam (Thailand). Keempat tempayan itu biasanya diisi oleh air dan digunakan oleh masyarakat sekitar atau pun pengunjung untuk berwudlu.

Selain tempayan, masih banyak terdapat hal – hal menarik di makam Imogiri, seperti pasar Imogiri dan juga masih banyak tempat yang bisa anda kunjungi. Satu hal yang juga menarik adalah adanya cincin kayu. Menurut asal – usul, kayu berbentuk cincin tersebut berasal dari tongkat milik Sultan Agung yang ditanam dan kemudian berubah menjadi pohon besar. Pengunjung dapat membuat cincin dari kayu tersebut. Jika cincin tenggelam dalam air, berarti cincin tersebut cocok dengan pemiliknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>