Menelusuri Eksotisme Candi Prambanan

Menelusuri Eksotisme Candi Prambanan

Nov 20, 2012

Candi Prambanan merupakan suatu kompleks candi hindu terbesar yang pernah di bangun di Indonesia. Kompleks candi ini dibangun pada abad ke 9 Masehi. Prambanan sebenarnya dibangun sebagai persembahan kepada Trimurti atau tiga dewa utama agama Hindu, yaitu Brahma, Wishnu, dan Shiwa. Kompleks Candi Prambanan terletak di sebelah Timur kota yogyakarta, tepatnya berbatasan dengan provinsi Jawa Tengah di Kabupaten Klaten. Kompleks Candi ini terdiri dari ratusan candi dan stupa yang terintegrasi ke dalam satu wilayah. Selain merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia, kompleks Candi Prambanan juga merupakan tujuan wisata andalan di Yogyakarta . Prambanan ini juga termasuk ke dalam salah satu situs warisan dunia yang diakui oleh UNESCO sebagai candi hindu terbesar di Indonesia dan juga sebagai salah satu candi terindah di Asia tenggara.

Bangunaan Candi Prambanan pertama kali dibangun sekitar tahun 850 Masehi oleh Rakai Pikatan dan selanjutnya disempurnakan dan juga diperluas wilayahnya oleh Raja Lokapala. Menurut cerita rakyat, candi ini sebenarny dibangun selama satu malam oleh Bandung bandawasa yang mengejar Cinta Rara Jongrang. Karena merasa ditipu oleh Rara Jangrang yang membuat suasana pagi yang palsu, Bandung Bandawasa akhirnya marah dan mengutuk Rara Jingrang menjadi batu dan menggunakannya sebagai pelengkap arca candinya. Pada setiap malam tanggal llima belas, di kompleks Candi Prambanan selalu diadakan sendra tari Ramayana yang mementaskan lakon Rara Jongrang atau pun Hanoman. Anda bisa menyaksikannya di pagelaran panggung out door di dekat candi yang menyediakan pementasan epik yang menakjubkan setiap bulannya. Hanya dengan tiket 25 ribu hingga 120 ribu, anda bisa menyaksikan kemegahan pementasan Ramayana yang sudah terkenal hingga ke penjuru dunia.

Menyusuri sejarah Candi Prambanan memang tidak akan ada habisnya. Pada tahun 930 an, candi ini pernah ditelantarkan karena kepindahan pusat kerajaan mataram ke Jawa Timur. Candi ini diduga benar – benar runtuh akibat bencana gempa bumi hebat yang terjadi pada abad ke 16 masehi. Meskipun area candi ini sudah tidak lagi menjadi kompleks peribadatan umat hindu, candi ini masih banyak dikenal oleh orang jawa sebagai candi yang termashur. Setelah sempat tertelantarkan selama berabad – abad, pada tahun 1733, candi ini ditemukan kembali oleh CA. Lons, seorang yang berkebangsaan Belanda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>