Menapak Kembali Sejarah Daerah Istimewa Yogyakarta

Menapak Kembali Sejarah Daerah Istimewa Yogyakarta

Nov 20, 2012

Sebelum masa kemerdekaan indonesia, sejarah Yogyakarta sebenarnya merupakan suatu daerah yang memiliki pemerintahan sendiri, yaitu Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman. Kasultanan Yogyakarta  sebenarnya merupakan bagian Kerajaan Mataram yang terpisah dan mendirikan kerasaan sendiri bersama dengan Kasunanan Surakarta. Kasultanan Yogyakarta didirikan oleh pangeran mangkubumi yang kemudian bergelar Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1755. Sejak zaman pemerintahan Hindia – Belanda, Kasultanan Yogyakarta sebenarnya sudah diakui pemerintahannya. Setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, Kasultanan Yogyakarta pun, melalui Sri Sultan Hamengkubuwono IX memproklamirkan diri sebagai salah satu bagian dari NKRI. Hal tersebut tercermin dalam piagam dan amanat Kedudukan Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Sri Paku Alam XIII pada tahun 1945.

Dalam perjalanan selanjutnya, Keraton Yogyakarta Hadiningrat menjadi salah satu bagian NKRI setingkat profinsi yang diberi nama Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengukuhan Yogyakarta sebagai daerah Istimewa di Indonesia juga tanpa alasan. Sejarah Keraton Yogyakarta memiliki perananan yang penting dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Hal ini terbukti pada tanggal 4 Januari 1946 sampai dengan 27 Desember 2949 Yogyakarta pernah dijadikan sebagai Ibukota Negara Indonesia. Tanggal 4 Jnuari ini lah yang kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Yogyakarta sebagai kota republik pada tahun 2010. Meskipun pada beberapa waktu lalu sempat terjadi pro dan kontra pengukuhan keistimewaan Yogyakarta, pada akhirnya, Yogyakarta tetap dinyatakan sebagai satu-satunya daerah istimewa di Indonesia dengan nama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sampai saat ini, DIY masih dipimpin oleh Sultan Hamengkubuwono X sebagai gubernur dan juga Sri Paku Alam IX sebagai wakil gubernur.

Sampai sekarang, Yogyakarta masih dianggap sebagai salah satu tujuan wisata utama di Indonesia, bahkan di Asia. Selain itu, kota yang juga dikenal dengan kota pendidikan ini juga menjadi salah satu pusat kebudayaan di Jawa. Dengan slogan Jogja Berhati Nyaman, kota Yogyakarta tengah bersiap untuk menghadapi era baru dalam perkembangan tata kota dan juga mempercantik tampilan kota. Karenanya, tak heran jika ribuan wisatawan dari berbagai negara datang ke Yogyakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>